Halaman

Kamis, 15 November 2012

Andai Aku Jadi Ketua KPK -_^

Korupsi…???

“ah… itu lagi… itu lagi…”

 Mungkin itulah respon masyarakat Indonesia terhadap kasus korupsi yang ada di negara ini. Mengapa tidak? Setiap hari, ntah itu pagi, siang, sore, malam bahkan subuh – subuh, berita yang muncul di seluruh siaran televisi tak pernah putus dengan kasus korupsi.

Hari ini, si A di seret ke kantor KPK, kemudian besok si B, lalu lusa si C.

“Lantas minggu depan siapa lagi?”

Itu adalah pertanyaan yang gak pernah ada ujungnya. Karena setiap satu orang terseret kasus korupsi, pasti ada sederetan nama lain yang “ngantri” dan siap untuk dipanggil. Sebagai seorang mahasiswi dan “anak kemaren sore”, sebenarnya aku belum benar – benar memahami hukuman apa yang pantas bagi seorang koruptor, seperti apa langkah yang sistematis untuk memberantas korupsi, dan lain sebagainya. Namun, sebagai seorang masyarakat umum ( yang secara hukum sudah mempunyai satu hak suara dalam setiap pemilihan umum ), aku tahu bahwa korupsi di negaraku yang tercinta ini sudah menjadi “BUDAYA YANG MENDARAH DAGING”.

Semakin membudayanya tindakan korupsi bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dan katanya sih, salah satu faktor yang sangat mepengaruhi adalah tuntutan hidup. Kita semua pasti setuju, bahwa zaman sekarang ini semuanya sudah sangat maju. Tekhnologi sudah berkembang pesat dan gaya hidup pun sudah semakin meningkat. Ditambah lagi sifat humanisme seseorang juga ikut – ikutan meningkat. Apalagi dengan adanya globalisasi, Setiap individu semakin lama semakin hedonis ( kesenangan dan kenikmatan adalah tujuan hidup manusia ). Dan untuk memperoleh kesenangan dan kenikmatan hidup, seseorang rela melakukan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan korupsi.

Tidak salah sih memang kalau seseorang menginginkan kesenangan, kebahagiaan, kenikmatan hidup dan materi yang berlimpah. Namun yang salah itu adalah caranya. Banyak cara kok yang sebenarnya bisa dilakukan oleh setiap manusia untuk memperoleh semuanya itu. Namun cara tersebut tidaklah mudah, butuh kerja keras. Namun, sifat manusia yang tidak ingin menunggu lama dan menyukai segala sesuatu yang instan menyebabkan seseorang yang tadinya “BAIK” berubah menjadi “NAKAL”.

Coba kita mengingat kembali masa lalu, masa dimana banyak para pahlawan yang rela mengorbankan hidupnya hanya demi memperoleh kemerdekaan dari penjajah. Masa dimana para pemuda mengucapkan sumpah mereka untuk bangsa Indonesia. Mungkin jika kita membaca kembali sejarah Bangsa Indonesia atau bahkan melihat cuplikan rekamannya di siaran televisi, kita akan merasa bangga dengan bangsa kita. Itu semua karna apa? Karena para pejuang telah menunjukkan bukti nyata mereka di medan perang untuk mempertahankan Negara ini dan mengeluarkan bangsa ini dari penderitaan selama penjajahan.

Tapi sekarang, setelah merdeka dan memperoleh penghidupan yang nyaman, apa yang kita lakukan? Rakyat Indonesia yang seharusnya mempertahankan bangsanya malah “MENJAJAH BANGSA SENDIRI”. Penjajahan kali ini bukanlah penjajahan di medan perang seperti dulu. Penjajahan yang dilakukan oleh bangsa sendiri ini dilakukan “LEBIH RAPI DAN TERHORMAT”.

Sebagai anak muda dan aset negara di masa depan, saya sebenarnya prihatin dengan masa depan Negara ini. Saya takut, keadaan di masa depan lebih buruk dari saat ini. Sekarang saja Indonesia sudah termasuk dalam 5 negara terkorup di dunia bahkan di tingkat asia pasifik, Indonesia adalah Negara terkorup pertama (*info ini saya dapat dari jejaring sosial).

Jika aku menjadi ketua KPK?

Saya sama sekali tidak memiliki cita – cita menjadi seorang ketua KPK. Karena saya adalah seorang calon ahli gizi, yang mana profesi saya bergerak di bidang kesehatan dan langsung terjun ke masyarakat. Walaupun saya adalah calon tenaga kesehatan, namun saya juga mempunyai opini tentang seperti apa orang yang mampu menjadi KETUA KPK.

Yang pertama…..
TIDAK SEKEDAR TAHU TAPI JUGA MEMAHAMI. Seseorang yang siap menjadi ketua KPK harus benar – benar tahu dan memahami fungsi, tugas dan kewajibannya sebagai ketua KPK. Jangan menjadi ketua KPK hanya karena kedudukan, tapi jadilah ketua KPK karena murni panggilan dari hati.

Yang kedua…..
CINTA TANAH AIR. Seorang yang menjadi ketua KPK harus mencintai tanah airnya, dan ini harus menjadi syarat MUTLAK. Karena dengan memiliki sifat dan sikap mencintai tanah air, MUDAH – MUDAHAN beliau merasa wajib untuk melindungi bangsa Indonesia dari jajahan “ anaknya sendiri “ serta memberantas berbagai “ tikus berambut hitam” yang ada di Negara ini.

Yang ketiga…..
MENTAL YANG TIDAK ABU - ABU. Membuat berbagai peraturan maupun pasal – pasal tentang korupsi saja itu tidak cukup. Tapi, juga harus dibarengi dengan mental yang kuat. Ada pepatah yang mengatakan “rambut sama hitam, tapi hati siapa yang tahu”. Mungkin kita memang sama – sama warga Indonesia. Namun belum tentu tujuan kita sama. Disetiap kita ingin melakukan suatu tindakan yang baik, pasti ada saja hambatan yang menghalangi keinginan kita itu. Dan untuk menghadapi berbagai hambatan tersebut, kita harus mempunyai mental yang kuat. Jangan hanya karena takut dengan kedudukan seseorang, kita yang tadinya memiliki semangat juang ’45 untuk memberantas korupsi, malah menjadih lemah. Kalau niat kita untuk memberantas korupsi memang tulus, murni tanpa ada udang dibalik peyek, maka lalukanlah niat kita itu. Jngan menjadi seseorang yang memiliki mental yang abu – abu dan mudah diombang – ambingkan oleh sesuatu hal.

Yang keempat…..
KERJASAMA YANG BAIK. Untuk mengungkapkan sebuah kasus, kita tidak bisa melakukan seorang diri. Biar bagaimana pun, kita masih membutuhkan bantuan dari pihak lain. Untuk itu tetaplah jalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak dengan memberikan kepercayaan kepada pihak yang menjadi relasi kita tersebut. Dan sebaliknya, pihak lain tersebut juga jangan samapi merusak kepercayaan KPK. Karena kalau hal ini terjadi, kerjasama yang tadinya dibangun dengan baik bisa berakhir dengan perselisihan.

Yang kelima…..
MENJADI CONTOH.sebagai ketua KPK, sudah seharusnya untuk bisa menjadi contoh bagi orang banyak. Jangan pula kita yang menjadi ketua KPK, malah kita yang tersangkut kasus korupsi.

Yang keenam…..
INGAT TUHAN. Dari keenam hal yang perlu dimiliki oleh ketua KPK, hal yang keenam lah yang terpenting. Disetiap tugas dan kegiatan yang kita lakukan, selalu berserah dirilah kepada Tuhan. Yakinkanlah bahwa selama niat kita tulus dan bersih, Tuhan pasti akan membantu setiap usaha yang kita lakukan untuk mengeluarkan bangsa ini dari masalah korupsi.



 * Posting ini di buat dalam rangka mengikuti Lomba Blog KPK

Kamis, 23 Agustus 2012

DIET ETPT

Diet Energi Tinggi Protein Tinggi ( ETPT ) adalah diet yang mengandung enerrgi dan protein diatas kebutuhan normal. Diet diberikan dalam bentuk Makanan Biasa ditambah bahan makanan sumber protein tinggi seperti susu, telur dan daging atau dalam bentuk minuman Enteral Energi Tinggi Protein Tinggi.

Tujuan diet ETPT :
(1) memenuhi kebutuhan energi dan protein yang meningkat untuk mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh.
(2) menambah berat badan hingga mencapai berat badan normal

Syarat Diet ETPT :
(1) Energi tinggi, yaitu 40 - 45 kkal/kg BB
(2) Protein tinggi, yaitu 2,0 - 2,5 g/kg BB
(3) Lemak cukup, yaitu 10 - 25% dari kebutuhan energi total
(4) Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan energi total
(5) Vitamin dan mineral cukup, sesuai dengan kebutuhan normal
(6) makanan diberikan dalam bentuk mudah dicerna

Macam Diet dan Indikasi Pemberian :
(1) diet diberikan kepada pasien yng menderita Kurang Energi Protein ( KEP )
(2) sebelum dan setelah operasi tertentu, multi trauma serta selama radioterapi dan kemoterapi
(3) pasien luka bakar berat dan baru sembuh dari penyakit dengan panas tinggi
(4) Hipertiroid, hamil dan post-partum dimana kebutuhan energi dan protein meningkat

Menurut keadaan pasien, pasien dapat diberikan salah satu dari dua macam diet ETPT. adapun kedua macam diet ETPT tersebut adalah :
(1) Diet ETPT 1
      Diet ETPT I merupakan pemberian diet dengan kandungan energi sebesar 2600 kkal.  sedangkan kebutuhan akan proteinnya sebanyak 100 gr ( 2 gr/kg BB )
(2) Diet ETPT II
      Diet ETPT II merupakan pemberian diet dengan kandungan energi sebesar 3000 kkal. sedangkan kebutuhan akan proteinnya sebanyak 125 gr ( 2,5 gr/kg BB )

Bahan makanan yang dianjurkan :
- sumber KH : nasi, roti, mi, makaroni dan hasil tepung2an lain seperti cake, ubi, dodol, dsb
- sumber protein : daging sapi, ayam, ikan, telur, susu dan hasil olahan seperti keju, yoghurt custard dan es krim, serta semua jenis kacang2an dan hasil olahannya.
- sayuran : semua jenis sayuran terutama yang termasuk kedalam golongan B
- buah2an : semua jeenis buah segar, buah kaeng, buah kering dan jus buah
- lemak dan minyak : minyak goreng, mentega, margarine, santan encer, salad dressing
- minuman : soft drink, madu, sirup, teh, dan kopi encer
- bumbu : bawang merah, bawang putih, laos, salam dan kecap.

Bahan makanan yang tidak dianjurkan :
-  santan kental
- sumber protein yang ddimasak dengan banyak minyak atau kelapa/santan kental
- sayuran yang dimasak dengan banyak minyak atau kelapa/santan kental
- minuman rendah energi
- bumbu yang tajam seperti cabe dan merica.

( sumber : Penuntun Diit Edisi Terbaru, hal. 53, karangan DR. Sunita Almatsier, M.Sc )

Rabu, 22 Agustus 2012

OBESITAS SENTRAL

Obesitas sentral merupakan suatu keadaan terjadinya penimbunan lemak di daerah sekitar perut.seseorang dikatakan menderita obesitas sentral apabila memiliki lingkar pinggang diatas nrmal. lingkar pinggang yang dikatakan normal adalah apabila wanita kurang dari atau lebih kecil dari 80 cm sedanngkan pada pria adalah kurang dari atau lebih kecil dari 90 cm.kejadian obesias sentral tidak terjadi begitu saja. banyak faktorr yang mempengaruhi terjadinya obesitas sentral, misalnya asupan makanan yang berlebih sedangkan aktivitas fisiknya kurang. kondisi ini disebut juga sebagai keseimbangan negatif.